Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Tuesday, 29 December 2015

1. Celah Energi
Celah energi itu bukan berupa ruang , tetapi hanya menunjukan level energi (nilai energi) yang tidak di injinkan.. transisi elektron juga bukan berupa loncatan elektron seperti tupai loncat diantara ranting pohon, tetapi berupa perubahan level energi. Hanya nilai energi tertentu yang memperbolehkan elektron tinggal.

Thursday, 5 November 2015

Ilustrasi partikel nano
sumber gambar : http://www.fadhilza.com/
Teknologi Nano adalah ilmu dan rekayasa dalam penciptaan material, struktur fungsional maupun piranti dalam skala nanometer. Dalam istilah terminologi ilmiah,nano berarti 10-9, satu nanometer adala seperseribu micrometer/ sepersejuta millimeter/ sepersatumiliar meter.Sebagai perbandingan, rambut manusia memiliki diameter 50.000-10.000 nanometer, sehingga satu nanometer kirakira sama dengan sehelai rambut yang dibelah seratusribu. Para ilmuan berkeyakinan bahwa material berukuran nanometer memiliki sejumlah sifat kimia dan fisika yang lebih unggul dari material berukuran besar (bulk) juga material dalam ukuran nanometer memiliki sifat-sifat yang lebih kaya karena menghasilkan beberapa sifat yang tidak dimiliki oleh material ukuran besar.
Saat ini, riset dalam bidang teknologi nano telah berkembang dengan sangat pesat dan memasuki babak yang paling progreseif dalam beberapa tahun terakhir. Hasil riset diantaranya pembuatan tablet obat dalam ukuran nanopartikel yang dapat dikontrol dari luar tubuh menggunakan sinyal elektromagnetik sehingga tablet tersebut dapat diarahkan untuk menyerang target penyakit dalam tubuh manusia tanpa mengganggu sel-sel lainnya.
Salah satu material nano yang penting dewasa ini adalah material biomimetk dengan teknik chemical vapor deposition (CVD). Lijie Zang dan Thomas telah melaporkan penggunaan titanium sebagai material biomimetc untuk membuat tulang buatan. Keunggulan dari materil ini adalah kemampuannya berasosiasi dengan sel-sel dalam tubuh manusia tanpa menimbulkan efek samping. Sifat dasr dari titanium yang tahan karat telah memungkinkan penggunaannya sebagai material biomimetic yang sangat bermanfaat bagi manusia.
Meskipun relatif baru, teknologi nano telah menawarkan bamyak hal yang sangat berguna. Diharapkan inovasi-inovasi baru dalam teknologi nano akan mendatangkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat manusia.

Tuesday, 3 November 2015


A.    Tujuan
Menentukan harga konstanta Rydberg dan spectrum atom Hidrogen
B.     Alat dan Bahan
1.      Balmer Lamp (1500 V, 50 mA)                                        1 Buah
2.      Power Supply ({110-220} V , Vs = 1500 V)                   1 Buah
3.      Copy of Rownland Grating                                              1 Buah
4.      Spektrometer                                                                     1 Buah
C.    Dasar Teori
Spektrum Atomik
            Ketika gas atomik atau uap atomic yang bertekanan rendah diberikan beda potensial, maka atom gas tersebut akan tereksitasi dan akan memancarkan spectrum yang berisi panjang-panjang gelombang tertentu saja. Spektrum garis yang dipancarkan setiap unsur berbeda-beda, sehingga masing-masing unsur memiliki spectrum garis karakteristik.
            Pada akhir abad kesembilanbelas ditemukan bahwa panjang gelombang yang terdapat pada spectrum atomic jatuh pada kumpulan tertentu yang disebut deret spectral. Deret spectral pertama didapatkan oleh J.J. Balmer pada tahun 1885 ketika ia mempelajari bagian tampak dari spectrum Hidrogen.
Balmer melakukan eksperimen untuk mengukur spectrum yang dipancarkan gas Hidroen dengan menempatkan gas Hidrogen dalam tabung yang sudah dilengkapi dengan elektroda,(disebut lampu Balmer). Elektroda lampu balmer  disambungkan ke sumber tegangan DC, dan mengakibatkan lampu balmer menyala dengan warna cahaya berwarna pink. Spektrum dari lampu balmer itu kemudian diamati dengan menggunakan spectrometer dan tampak berupa spectrum garis. Fakta eksperimen tersebut bertentangan dengan model atom Rutherford, yaitu bahwa spectrum atom kontinyu. Hal inilah yang menjadi kelemahan dari model atom Rutherford. Baik Rutherford maupun Balmer tidak bias menjelaskan secara teoritis mengapa spectrum atom itu berupa spectrum garis atau spekrum diskrit.
Niels Bohr berusaha menjelaskan secara teoretis fakta eksperimen yang diperoleh oleh balmer dan kawan-kawan. Penjelasanya dinyatakan dalam bentuk postulat. Pada tahun 1913 Neils Bohr mengajukan postulat tentang atom hidrogen sebagai berikut :
1.      Atom hidrogen terdiri dari sebuah elektron yang bergerak dalam suatu lintas edar berbentuk lingkaran mengelilingi inti atom; gerak elektron tersebut dipengaruhi oleh gaya tarik coulomb sesuai dengan kaidah mekanika klasik.
2.      Lintas edar elektron dalam atom hidrogen yang mantap hanyalah yang mempunyai harga momentum anguler L yang merupakan kelipatan dari tetapan Planck dibagi 2p.


                                   
3.      Dalam lintas edar yang mantap elektron yang mengelilingi inti atom tidak memancarkan energi elektromagnetik. Dalam hal tersebut energi totalnya tidak berubah.
4.      Energi elektromagnetik dipancarkan oleh sistem atom apabila suatu elektron yang melintasi orbit mantap lain yang berenergi Ef. Pancaran energi elektromagnetnya memiliki frekuensi n yang besarnya sama dengan :

Kita dapat menghitung radius orbit dan energi total sistem sebagai berikut :
Gaya tarik menarik antara elektron dan inti (gaya coulomb) besarnya sama dengan gaya sentripetal :

Berdasarkan postulat dua Neils Bohr :
……………………..…….…………(2)

dengan n adalah bilangan kuantum utama : 1, 2, 3, …
Maka dari kedua persamaan tersebut dapat diperoleh radius orbit elektron sebagai berikut :
 ………………………………… (3)
dan kecepatan elektron mengelilingi inti :
 ……………………………………. (4)
Dengan mengetahui r dan V maka energi total sistem diperoleh sebagai berikut :

Persamaan (5) tersebut secara langsung menunjukkan besar energi sistem keadaan stasioner yang diperbolehkan. Tingkat-tingkat energi atom hidrogen ditunjukkan oleh gambar dibawah ini :

Gambar diatas menunjukkan transisi antara tingkatan-tingkatan energi atom hidrogen. Garis-garis yang diamati pada spektrum berhubungan dengan transisi antara tingkat-tingkat energi tersebut. Seperti terlihat pada gambar, dengan panah-panah menjukkan semua kemungkinan transisi.
Energi suatu garis-garis diberikan oleh :
……………………………………… (6)

dimana subskrip i dan f  masing-masing menyatakan keadaan awal dan akhir. Berdasarkan postulat Neils Bohr ke empat yang menyatakan bahwa :
                    ……………………………………… (7)
dan hubungan antara panjang gelombang dan frekuensi dinyatakan dengan :
                         …………………………………… (8)
maka dari persamaan (6), (7) dan (8) diperoleh :
   ……………………………………. (9)
dengan R menyatakan konstanta Rydberg = 1,097.107 m-1.
Bila nf = 1 dan ni ³ 2 maka seluruh garis-garis jatuh di depan cahaya tampak membentuk deret yang dinamakan deret Lyman. Bila nf = 2 dan ni ³ 3 maka seluruh garis-garis jatuh di daerah cahaya tampak membentuk deret yang dinamakan deret Balmer seperti gambar (1). Garis dengan panjang gelombang terbesar terletak di daerah merah, disebut Ha yang bersesuaian dengan ni = 3. Selanjutnya Hb bersesuaian dengan ni = 4 dan Hg bersesuaian dengan ni = 5 masing-masing terletak di daerah biru dan hijau, demikian seterusnya dan yang terkecil adalah H yang terletak di daerah ultra ungu.
Menentukan Konstanta Rydberg
Pengukuran panjang gelombang yang dipancarkan oleh atom hidrogen tereksitasi didasarkan pada prinsip interferensi dengan menggunakan kisi-kisi. Interferensi konstruktif terjadi bila beda lintasan merupakan kelipatan dari panjang gelombangnya.
dengan n adalah orde difraksi = 1, 2, 3, …
Lebar kisi dapat dihitung berdasarkan kisi difraksi (copy of Rawland Grating) yang digunakan. Dari Persamaan (9) untuk deret balmer nf = 2
 ……………………………… (10)
berdasarkan least square :
dimana i = 3, 4, 5, ……….

D.    Prosedur Eksperimen
1.      Mempersiapkan alat alat yang akan digunkan
2.      Memposisikan agar lampu Balmer dan spektrometer berada pada suatu garis lurus
3.      Memasang kisi difraksi pada spectrometer dan memastikan agar posisi kisi lurus dan tegaklurus terhadap teropong .
4.      Mengkalibrasi spektrometer dengan mengatur posisi nol derajat pada meja sudut dengan sudut variabel pada teropong.
5.      Menghidupkan power lampu balmer sehingga cahayanya terdistribusikan ke kisi.
6.      Dengan menggunakan teropong, mengamati spektrum warna yang terbentuk ,baik untuk posisi pergeseran ke kiri maupun ke kanan.
7.      Menentukan titik tengah dari spectrum warna , yaitu berupa terang pusat yang berwarna pink.
8.      Menggeserkan teleskop kearah kanan sampai terlihat garis-garis spektrum warna (orde 1). Menentukan salah satu warna cahaya ditengah-tengah medan pandang teleskop dan mencatat besar sudutnya. Mengulangi langkah ini untuk setiap spektrum warna yang terbentuk pada orde 1.
9.      Menggeserkan lagi teleskop kearah kanan sehingga menemukan garis spketrum warna berikutnya (orde 2) kemudian catat sudutnya pada data percobaan.Mengulangi langkah ini untuk setiap spektrum warna yang terbentuk pada orde 2.
10.  Mengulangi langkah 8 dan 9 dengan menggeser teleskop kearah kiri. Sehingga didapatkan  dua nilai sudut 𝛉kanan dan 𝛉kiri.
11.   
E.     Data Eksperimen
Warna
Orde
𝛉kanan
𝛉kanan
Ungu
1
2,50
2,50
2
5,00
5,00
Hijau
1
2,72
2,77
2
5,62
5,56
Merah
1
3,72
3,75
2
7,58
7,50

F.     Pengolahan Data
Menentukan Spektrum pada Atom Hidrogen
Warna
Ordo
𝛉kanan
𝛉kiri
𝛉rata-rata
Ungu
1
2,50
2,50
2,50

2
5,00
5,00
5,00
Hijau
1
2,72
2,77
2,745

2
5,62
5,56
5,59
Merah
1
3,72
3,75
3,735

2
7,58
7,50
7,54
                                                          
Kisi yang digunakan memiliki jumlah garis (1000/10) mm , sehingga d = 0,01 mm = 10-5 m.
Warna
Ordo
𝛉rata-rata
𝛌 (m)
𝛌 (Å)
𝛌rata-rata (Å)
Ungu
1
2,50
4.36369E-07
4363.693
4361.614993
2
5,00
4.35954E-07
4359.537
Hijau
1
2,745
4.79102E-07
4791.022
4831.718208
2
5,59
4.87241E-07
4872.414
Merah
1
3,735
6.51681E-07
6516.807
6540.17426
2
7,54
6.56354E-07
6563.541

Menentukkan Konstanta Rydberg



Warna
ni
𝛌rata-rata (Å)
R (m-1)
Ungu
5
4.36161E-07
10917755.85
Hijau
4
4.83172E-07
11038171.32
Merah
3
6.54017E-07
11008880.98
Jumlah
32964808.15

Rata-rata
10988269.38




Jadi nilai R yang diperoleh dari percobaan ini adalah
            


Kesalahan relatif terhadap konstanta Rydberg standar sebesar

Total Pageviews

Flag Counter
Powered by Blogger.

Popular Posts